وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ
مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
,“ Kami
akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut dan kelaparan, dan kekurangan
dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada
orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah ( masalah),
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Mereka
itulah yang mendapat keberkatan ( hikmah-hadiah) yang sempurna dan
rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk(
-keberuntungan).”Q.S.Al-baqarah: 1556-157)
Ayat diatas secara tidak langsung
berpesan kepada kita agar selalu menimbulkan prasangka baik ( optimis ) dari
segala cobaan dan masalah yang diberikan allah swt dalam kehidupan kita. Dan
kita dituntut untuk meyakini bahwa setiap cobaan yang allah berikan pasti ada
hikmah dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
Sikap optimis adalah memandang hidup
ini sebagai persembahan terbaik, tidak ada yang terjadi begitu saja dan
mengalir sia-sia, pasti ada maksud, pasti ada tujuan. Mungkin kita pernah
mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya
karena kita melihat dari salah satu sudut pandang saja. Bila kita berani menengok
ke sisi lain, maka kita menemukan pemandangan yang jauh berbeda, yang sebenarnya membuat kita menjadi
orang tersenyum atau menampakkan wajah
yang ceria.
Optimisme terletak didalam hati, bukan
hanya terpampang dimuka, jadilah manusia yang selalu optimis karena jika tidak,
maka kita akan merasa betapa besarnya masalah kecil yang kita hadapi, dan
betapa sialnya kehidupan kita dibanding orang-orang disekitar kita, membuat
kita terus mengeluh yang mana hal ini akan memperburuk keadaan, padahal sebenarnya
bisa untuk membaik dalam sekejap.
Semua manusia pasti mempunyai masalah, namun
bila kita menganggap masalah sebagai
beban, kita akan menjauhi dan menghindarinya, bila kita mengangap masalah
sebagai halangan, kita akan berhenti dan tidak pernah terpikir untuk menerobos
dan mengetahui rahasia apa yang ada dibaliknya.
Masalah adalah hadiah bagi orang yang
menerimanya dengan hati yang lapang, dan menilai dari sudut pandang yang
tenang, dengan penuh rasa optimis dan percaya diri, bahkan yakin adanya hadiah
terbesar dibalik masalah yang ia hadapi. Masalah adalah ibaratkan anak tangga
menuju lantai gedung yang sangat tinggi, maka hadapi dan ubahlah menjadi
kekuatan untuk kesuksesan kita, karena tanpa masalah maka kita tidak berhak
memasuki jalur kesuksesan dan keberhasilan.
Sama halnya hadiah terbesar bagi setetes
mata air bebukitan yang keluar dari
celah bebatuan, ia tahu akan mengalir menuju lautan yang luas, meskipun ia tau
melalui bebatuan yang berliku-liku, melalui anak sungai, danau dan muara, ia
yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan, bahkan ketika menuggu dimuara,
setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke puncak
–puncak gunung yang kemudian menjadi
awan dan sampai kepada tujuan yang
sebenarnya yaitu menurunkan hujan, sebagian menyuburkan tumbuhan dan sebagian
untuk hewan dan makhluk hidup lainnya, adakah sesuatu yang sia-sia dari segala
rintangan dari perjalanan setetes
air yang kita temui? Sama sekali tidak.
Oleh karena itu yakinlah bahwasanya setiap
masalah dan rintangan yang kita hadapi, ada sebuah keberhasilan yang sejati,
karena suatu keberhasilan tidak akan pernah terlepas dari masalah dan
rintangan.
Ketika kita ditimpa musibah atau
masalah yang sangat sulit, kebanyakn kita hanya bisa mengeluah dan menyalahkan
diri sediri, orang lain dan juga tuhan. Kenapa harus saya yang mengalami?
Kenapa bukan orang lain saja? Dan kenapa
Orng lain hidup tampak begitu mulus ?
Depresi, kecewa, dan hinga putus asa
selalu menghantui kehidupan kita, dan tanpa memikirkan bagaimana jalan
keluarnya. Bergbagai permasalahan yang kita alami dalam kehiupan ini tidak ada
satupun yang terjadi secara kebetulan, semua sudah diatur oleh allah swt bahkan
termasuk hal yang sangat kecil sekalipun. Allah swt pasti mempunyai alasan
kenapa memberikan kita berbagai cobaan dan permasalahan dalam hidup, namun kita
tidak mau melihat hikmah besar yang ada dibaliknya. Allah swt tidak akan pernah
memberikan cobaan dan masalah kepada hambanya jika hambanya tidak sanggup
untuk memikulnya, percayalah kenapa
allah swt memberikan kita cobaan? Karena allah tau bahwa kita mampu untuk
menjalaninya, karena belum tentu apabila cobaan itu diberikan kepada orang lain
mereka sanggup menerimanya.
Setiap cobaan dan kesulitan yang kita
alami semata –mata kesempatan bagi kita untuk mengasah kekuatan dan mental
untuk menjadi pribadi yang lebih tegar dan kuat.
Didalam cobaan yang allah berikan
sebenarnya Allah ingin menunjukkan sesuatu yang membuat kita dapat membedakan
antara yang baik dan yang buruk, ketika
allah membuat kita sakit supaya kita tau
betapa mahal dan berharganya sehat, ketika kita miskin dan tidak mempunyai uang
betapa bahagia dan senangnya kita ketika mempunyai uang, ketika kita mempunyai
banyak masalah betapa tenangnya kita ketika tidak ada masalah, ketika kita
ditimpa musibah betapa bahagianya kita telah melewati musibah, jika kita merasa
bodoh dan tidak tau apa-apa, maka kita akan merasa bangga disaat mengetahuinya.
Itulah kehidupan selalu ada hal yang
buruk untuk menghantarkan kepada hal yang baik, kerena jika Allah swt hanya
menjadikan semua makhluknya sehat maka kita tidak akan pernah merasakan apa itu
sehat, jika Allah membuat kita selalu kaya dan banyak uang maka kita tidak akan tahu bagaimana senangnya
memiliki kekayaan dan uang, jika Allah tidak memberikan kita masalah sedikitpun
dalam hidup maka kita tidak akan pernah tau apa itu ketenagan, jika Alalh
menjadikan kita semua tau segala hal maka kita tidak akan pernah bisa merasakan
apa itu arti kepintaran dan kejeniusan.
Demikianlah Allah swt menyempurnakan
kehidupan kita didunia ini, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Apakah
kita menyikapinya dengan baik atau tidak ? Jika ya, maka kita akan mendapatkann
kebahagiaan dan kesenangannya, dan jika tidak
maka kesengsaraan dan kegelisahanlah yang selalu kita dapatkan.
Note :
Bersabar dan berani menghadapi
masalah adalah jalan yang terbaik untuk
menyelesaikannya sedangkan menghidarinya adalah seburuk-buruk jalan dalam sebuah tujuan.

Komentar
Posting Komentar