يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا
مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Mereka mengetahui
yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat
mereka lalai. (Q.S.Ar-Ruum:7)
Dahulu ilmu dikejar, ditulis,
dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan, dikoleksi, lalu
diperdebatkan. Dahulu , butuh peras keringat, banting tulang, dan menempuh
jarak yang jauh untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet
sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.
Dahulu, ilmu disimpan didalam hati,
menambah keimanan dan ketawaduan sehingga ilmu tetap terjaga dan bermanfaat
baik untuk orang yang memilikinya maupun yang menerimanya.
Sekarang, ilmu disimpan didalam gadget, laptop,
dan computer, tidak berpengaruh bagi kehidupan dan tidak berdampak untuk
prilaku dan sifat apalagi bermanfaat bagi yang memilikinya.
Dahulu, harus duduk berjam-jam dihadapan
guru, penuh rasa hormat dan sopan, sehingga ilmu merasuk kedalam jiwa bersama
dengan keberkahan yang didapatkan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil
tidur-tiduran. karenanya ilmu merasuk bersama kemalasan yang tanpa disadari
keberadaanya.
Saudaraku, kita telah sampai diamana bicara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu
menatap, memanggil tanpa perlu teriak, bertamu tanpa perlu berkunjung. Hingga
bicara hanya perlu klik saja, melihat
hanya perlu klik saja, memanggil hanya
perlu ping saja,, bertamu hanya perlu chat saja.
Sosial media telah menjadi budaya dan
al-qur’an pun semakin terlupakan, dari yang hanya melihat-lihat, sampai mereka
beradu pendapat dari yang penasaran, hingga menjadi suatu kebiasaan, dari yang
sekedar coba-coba, hingga melakukan
sesuatu yang nyata, dari tingkah yang
dibuat-buat, sampai terang-terangan maksiat, hingga tak sadar jemari ini
terkadang berkhianat, menulis sesuatu yang tak bermanfaat, hingga tak sadar
mata ini berkhianat, melihat sesuatu
yang seharusnya tak dilihat.
wahai diri ingatlah!!!!!!
Matamu akan menjadi saksi
atas apa yang kau lihat, jemarimu akan menjadi bukti atas apa yang kau tuliskan.
Suatu hari apapun yang kau lakukan dengan anggota badanmu akan menjadi saksi
dihadapan sang pencipta, maka dapatkah engkau membantah dan
menentangnya............??
Saudaraku, sadarlah!! jangan biarkan dia menjadi musuhmu dihari
perhitungan nanti, gunakanlah dia sebagai ladang amalmu, ladang dimana kamu
bisa menanamkan kebaikan dari apa yang kamu lihat, dari segala apa yang kamu
buat, dan dari apa yang kamu ketik dilayar kecilmu(hp), jangan menyia-nyiakan kesempatan baikmu demi
hal yang buruk yang selama ini kamu menyukainya.
note : janganlah
terlena dengan segala hal yang mudah karena hal itu akan mebuatmu menjadi orang
yang tak berdaya , jangan menyia-nyiakan kesempatan baik demi hal buruk yang kamu suka terhadapnya.

Komentar
Posting Komentar