Memaknai kehidupan yang sebenarnya

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ
Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)
            Kehidupan yang kita jalani bukanlah sekedar rutinitas yang harus kita lakukan dengan kehendak dan kemauan sendiri, bukan juga sekedar melihat-lihat dan mencoba-coba segala kesempatan yang ada, bukan juga sekedar melihat dan mencari kebahagiaan semata, bukan juga hanya untuk memuaskan diri dalam segala bidangnya, akan tetapi hidup itu adalah bagaimaan cara memeberi manfaat potensi diri kita kepada orang lain, mampu untuk berbagi suka dan duka, menyayangi antara sesama, bukan malah menimbulkan benci dan duka, menilai baik hal yang buruk, bukan menilai buruk hal yang baik, menerima penolakan yang merendahkan, bukan merendahkan penolakan, melapangkan hal yang sempit, bukan menyempitkan hal yang lapang, memudahkan hal yang sulit, bukan menyulitkan orang yang mudah,  memberi senyuman kepada yang suram, bukan memberi suram kepada yang tersenyum, meninggikan hal yang tampak rendah, bukan merendahakan yang sudah tinggi, memberuntungkan orang yang merasa rugi ,bukan merugikan yang sudah beruntung, memberi  kesehatan bagi yang sakit, bukan menambah sakit bagi yang sehat, mengingatkan sesama dari kelalaian, bukan melalaikan orang yang sudah ingat, berbicara pada yang diam, bukan mendiamkan orang yang berbicara, menguatkan orang yang lemah, bukan melemahkan yang sudah kuat, menangis melihat yang tertawa, bukan tertawa melihat orang menangis, mengajari orang dari kebodohan, bukan membodohi orang dalam mengajari,  mennganggap penting hal yang mudah, bukan memudahkan hal yang penting, memberikan semangat pada yang gagal, bukan menggagalkan orang yang semangat, memberi kehidupan bagi yang seharusnya mati, bukan mematikan yang seharusnya hidup.
         Hidup sekali maka hiduplah yang berarti, apa yang kita lakukan sekarang ini bisa saja berarti bagi pribadi kita sendiri namun merugikan bagi orang lain,  Hidup  yang berarti adalah impian setiap orang,  namun kebanyakan orang hanya berarti bagi dirinya sendiri. tanpa memikirkan kehidupan orang-orang disekitarnya yang seharusnya banyak tempat untuk berbagi.
Note : Hidup sekali hiduplah yang berarti jika tidak kerugian akan menghampiri.

Komentar