يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا
كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah
dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]
Kebanyakan manusia selalau melihat
sesuatu yang tampak terlihat kuat itu lah sebenarnya yang terkuat dan
kokoh, sebut saja batu yang keras,
gedung yang gagah dan gunung yangk kokoh, sehingga kita melalaikan suatu yang
lemah padahal sebenarnya lebih kuat dari pada batu, gedung dan juga gunung.
Yang tampak lemah itu adalah air dan
angin yang seolah-olah lembut dan tak mempunyai kekuatan, akan tetapi
sebenarnya jika mereka menampakkan dan mengeluarkan kekuatan maka batu yang
keras, gedung yang gagah dan gunung yang kokoh bisa menjadi hancur lebur dengan
bencana angin topan dan banjir besar.
Hal ini adalah sebuah perumpamaan bagi
kehidupan kita di bumi ini, kita selalu melihat dan menilai orang lain kuat
hebat dan gagah hanya dari segi fisik dan bentuk luarnya saja, dan sebaliknya
kita menilai seseorang lemah hanya dari segi fisik dan bentuk luarnya, yang
sebenarnya hal lemah yang kita anggap tak berdaya jauh lebih dahsyat
kekuatannya daripada yang kuat dan kokoh.
Sebagai contoh dalam kehidupan, ada
sesuatu yang lebih keras daripada batu dan baja yaitu hati orang yang tertutup
untuk menerima kebenaran, ada benda yang lebih panas dari panasnya matahari
yaitu panasnya hati orang yang dengki, ada benda yang lebih sempit dari lobang
jarum yaitu hati orang yang selalu bersuuzon, ada benda yang lebih sejuk
daripada sejuknya rembulan yaitu sejuknya hati orang-orang yang ikhlas, ada
benda yang lebih luas daripada langit
dan bumi yaitu hatinya orang yang selalu berhusnuzon.
Note : jangan menilai
segala hal dari fisiknya karena anda bisa tertipu, lihatlah segala sesuatu dari
hakikatnya karena itulah yang sebenarnya.
Didukung oleh:;


Komentar
Posting Komentar